Banyuwangi - Unjuk rasa sekitar 5000 guru di gedung DPRD Banyuwangi berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi saat salah seorang guru bernama Sunoto dalam unjuk rasa mengusulkan aksi dilakukan di Pemkab Banyuwangi ke koordinator aksi, Chusin Matamin.
Tiba-tiba Sunoto didorong Chusin yang juga Ketua PGRI Banyuwangi. Entah dari mana asalnya, terdengar teriakan kalau Sunoto bukanlah guru. Mendengar itu emosi para guru yang turut dalam unjuk rasa langsung meledak. Mereka pun melakukan pengejaran sambil melakukan pemukulan terhadap Sunoto.
“Saya juga Guru,” teriak guru SMPN 2 Sempu itu sambil menutupi wajahnya dari hantaman para guru yang sudah mulai lepas kontrol, Kamis (23/10/2008).
Namun teriakan pembelaan Sunoto tidak digubris para guru yang sudah terlanjur� terprovokasi. Beruntung pihak kepolisian langsung mengamankan Sunoto. Namun kawalan polisi tidak menyurutkan aksi para guru. Mereka terus berusaha mengejar dan memukul Sunoto yang dikawal ketat puluhan polisi.
Amarah para guru baru reda setelah Sunoto dimasukkan ke dalam mobil polisi. Selanjutnya Sunoto dievakuasi menuju Mapolres Banyuwangi. “Saya hanya mengajak unjuk rasa dilakukan di pemda juga, tidak tahu kenapa saya malah dituduh provokator dan dipukuli,” kata Sunoto sesaat sebelum memasuki mobil polisi.
Ribuan guru berstatus PNS dan juga guru bantu melakukan unjuk rasa di gedung DPRD Banyuwangi Jalan Adi Sucipto sekitar pukul 13.00 WIB. Para guru tersebut menyalurkan aspirasinya untuk menekan wakil rakyat di gedung itu segera membahas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2008.
Karena dalam PAK tersebut terdapat anggaran untuk dana rapelan tunjangan kenaikan pangkat sebanyak 8000 PNS Guru yang sudah 22 bulan tidak terbayar terhitung sejak Januari 2007 lalu. Rata-rata tiap bulan nilainya Rp 100.000 per orang. Sementara guru bantu turut serta dalam aksi tersebut karena sudah 8 bulan lamanya terhitung sejak maret 2008 mereka tidak mendapatkan gaji yang nilainya kurang lebih Rp 710.000 per orang.
Dalam orasinya, Chusin Matamin memberi deadline pada DPRD Banyuwangi untuk membahas PAK paling akhir 27 Okotober mendatang. “Jika PAK tidak dibahas juga kami segenap anggota PGRI akan melakukan mogok kerja,” ancam Chusin yang disambut gemuruh ribuan guru.
Sayangnya saat itu, tidak ada anggota DPRD Banyuwangi yang menemui mereka. Hal ini dikarenakan hampir seluruh anggota DPRD Banyuwangi� sedang melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.
“Mohon kawan-kawan PGRI bersabar untuk semuanya bisa menahan diri. Kita harus sama-sama memahami aturan yang ada biar ke belakang tidak ada masalah,” ujar Eko Sukartono Wakil Ketua DPRD Banyuwangi saat dikonfirmasi melalui telepon.
Pascakejadian itu aksi unjuk rasa mulai reda. Satu per satu para guru meninggalkan halaman gedung DPRD. Sementara persoalan antara Chusin matamin dengan Sunoto masih belum terselesaikan. Keduanya tampak beradu argument di Mapolres Banyuwangi.(fat/fat)
sumber : detik.com
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply