This option will reset the home page of LareOsing.Org restoring closed widgets and categories.

Reset LareOsing.Org homepage

Bupati Minta Tambahan Pupuk 10 Ribu Ton

BANYUWANGI — Kamis hari ini (04/12), Bupati Banyuwangi melalui Dinas Kehutanan, Perkebunan, dan Urusan Ketahanan Pangan meminta penambahan pupuk Urea sebanyak 10 ribu ton kepada PT Pupuk Kaltim di Surabaya. Permintaan itu untuk memenuhi kekurangan pupuk selama puncak musim tanam bulan Desember.

Kepala Seksi Produksi, Irwanto mengatakan, kebutuhan pupuk untuk bulan Desember mencapai 12 ribu ton. Sedangkan stok yang tersisa di gudang hanya 8 ribu ton. “Puncak pemakaian pupuk biasa terjadi di bulan Desember,” kata Irwanto.

Selain langkah ini, Pemkab mengajukan permintaan kepada Pjs Gubernur Jatim untuk menggelar operasi pasar dari kuota 100 ribu ton yang digelontorkan Pemerintah Pusat untuk operasi pasar pupuk di Indonesia.

Menurut Irwanto, ketersediaan pupuk bagi petani semakin sulit karena petani Lembaga Masyarakat Desa HUtan (LMDH) juga meminta alokasi pupuk untuk 22 ribu hektar lahan. Padahal jatah untuk petani LMDH belum terakomodasi dalam kebutuhan pupuk 2008. IKA NINGTYAS

1 Comment

  1. yulikaayu says:

    menanggapi masalah pupuk kok rasanya nggak ada habisnya ya , seperti kita membicarakan masalah sampah yang semakin hari semakin nggak terurus , di mana\\\\\\\’\\\\\\\’ ada sampah dan di mana\\\\\\\’\\\\\\\’ pula nggak ada yang punya inisiatif untuk menaggulanginya selain di buang ke TPA yang hanya akan menimbulkkan bau busuk yang menyengat hidung, sebenarnya masalah pupuk itu bila pemerintah kabupaten mau jeli dan teliti jangan hanya mengharapkan pupuk dari pabrik yang hanya merusak struktur tanah saja , mengapa kita nggak mencoba membatasi sendiri pupuk pabrik dan menganjurkan mereka ke pupuk kompos kalau petani hanya di manjakan dengan pupuk pabrik bagaimana dengan alam nya apakah akan tetap memberikan hasil yang baik sedang kita memperlakukan alam dengan semena\\\\\\\’\\\\\\\’ , kalau ada banjir kok sepertinya menyalahkan sampah juga TUHAN selal;u ada pertanyaan mengapa dan mengapa , padahal kita sendiri yang salah nggak mau ramah lingkungan.
    memang susah mengharap masyarakat menggunakan pupuk kompos karena mereka sudah terbiasa dan di manja , iya kalau mereka semua orang kaya yang mampu menghidupi keluarganya lha bagaimana dengan rakyat miskin apalai yang nggak punya sawah yang hanya buruh apa yang akan di makan bila hasilnya lama kelamaan nggak bermutu , kini ayo kita sadari berbaiklah sama alam kalau kita ingin di perlakukan baik , ayo sama\\\\\\\’\\\\\\\’ mengalakkan budaya lagi penggunaan pupuk kompos , banyak warga yang nggak mampu , mengapa nggak memberikan training ke mereka banyak kok kelompok tani di situlah wadahnya kita bisa mengenalkan ke mereka dengan membatasi sendiri dan menganjurkan ke mereka menjelaskan manfaat dan kurugiannya tentu semua akan menuai hasilnya lambat namun pasti , jangan hanya pupuk pabrik kasihan , itu sih menurut pendapa aku ahahahhaahah.
    juga masalah sampah , orang bilang sampah masalah sepele khan tapi nyatanya nggak, mana mungkin banyuwangi akan menjadi kota pariwisata bila kotanya aja kotor , lihat dong negara lain penduduknya berjubel tapi kota nya bersih teratur itu hanya di dapat kalau masyarakat peduli akan kebersihan , kok mau bersih wong buang sampah aja lewat kaca mobil kok heheeheheh aneh ya , tempat sampah juga jarang kita temui di pasar\\\\\\\’\\\\\\\’ mall atau di amna aja jadinya buang sampah ya sembarangan

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word