This option will reset the home page of LareOsing.Org restoring closed widgets and categories.

Reset LareOsing.Org homepage

Mujur Berkat Bakso Jumbo Kondusif

Sudah enam tahun ini, bakso jumbo populer di Banyuwangi. Disebut demikian, karena ukuran baksonya yang luar biasa besar. Ukurannya, sekepalan tangan orang dewasa.

Berkat bakso jumbonya ini, nama Pak Yanto -penggagas bakso itu juga ikut terkenal. Orang sangat mudah mengenali jenis bakso ini, yang diberi nama Bakso Kondusif Pak Yanto.

Bakso ini sudah punya 14 cabang. Bila dibandingkan dengan pesaingnya, bisa dibilang Pak Yanto-lah yang punya cabang terbanyak. Hampir sebagian besar pengusaha bakso lainnya di Banyuwangi belajar resep dari pengusaha asal Trenggalek ini.

Barangkali sukses yang dipetik pria bernama lengkap Riyanto, 48 tahun, setimpal dengan kerja kerasnya sejak pertama merintis bakso pada tahun 1978. Ia memulai karirnya sebagai pedagang bakso keliling, dari kampung ke kampung di kota Malang.”Tapi waktu itu ukuran bakso saya masih kecil,” tutur pria berperawakan tinggi kurus ini, saat ditemui Tempo di rumahnya, Jumat (06/11)

Tak mujur, Yanto memutuskan pindah ke Banyuwangi dengan memboyong istrinya Suparmi dan anaknya yang masih balita, Kukuh Santoso. Kebetulan, salah satu kerabatnya di Banyuwangi menawarinya ‘babat alas’ berdagang bakso. “Saya langsung mengiyakan percaya diri,” katanya.

Di tempatnya yang baru, nasib penyuka sepeda gunung ini tidak banyak berubah. Jadi pedagang bakso keliling. Pendapatannya tak pernah melebihi Rp 3 ribu. Untuk makan sehari-hari, katanya, masih banyak dibantu tetangga. Bahkan, ia sudah menghabiskan tujuh kali rumah kontrakan karena tak mampu beli rumah. “Kursi di ruang tamu saja dikasih tetangga,” Katanya sambil tertawa mengenang nasibnya dulu.

Tak cukup dengan berdagang bakso, tahun 1998, pria perokok ini menyambi menjadi tukang kebun dan penjaga sekolah di SMPN 5 Banyuwangi. Tapi apes juga. Dua tahun bekerja, ia dipecat karena beberapa guru tidak menyukainya.

“Saya hanya sabar, meski sakit sekali,” tuturnya. Tapi, berjualan bakso tetap dipilihnya. Yanto meyakini, untuk bisa sukses, seseorang harus bisa fokus pada pekerjaannya. Dengan fokus, seseorang akan terlatih untuk mencari kekurangan dari pekerjaannya.

Kemujuran datang pada 2002. Yanto dan istrinya yang mulai menetap berjualan di trotoar,
mendapat ide membuat bakso yang berbeda dengan kebanyakan. Iseng-iseng, adonan bakso mentah yang biasanya ia cetak kecil-kecil pakai sendok, langsung ia genggam dengan tangan dan dimaksukkan ke air panas. Bakso ukuran jumbo, dengan campuran daging kasarĀ  coba ia jual. “Saya coba jual lima dulu. Eh ternyata langsung laris dan besoknya banyak yang pesan,” katanya.

Yanto seakan menemui jawabannya. Semakin lama pesanan tak terbendung. Warung baksonya di dekat kantor Kejaksaan Banyuwangi Jalan Jaksa Agung Suprapto, tak sanggup melayani pembeli. Untuk mengatasi itu, ia mulai membuka cabang-cabang. Setiap harinya Yanto harus membikin 50-80 kg daging menjadi bakso dengan merekrut 10 pekerja.

Kini, Yanto tak lagi berpindah-pindah rumah kontrakan. Dua bulan lalu, ia telah menempati sebuah rumah mewah di Jalan Pajajaran, Kelurahan Taman Baru. Meski sudah jadi bos, tapi sikap uletnya masih kentara. Setiap hari bangun pagi untuk membeli bahan ke pasar, membikin bakso, dan aktif di kegiatan sosial di masyarakatnya.IKA NINGTYAS

4 Comments

  1. dika says:

    kira” bisa franchise ga ya??
    aku pengen buka d jakarta
    d jakarta rasa baksonya ancuuurrrr….

  2. Haris says:

    Hihi… jadi ingat mbakyu-ku, juga jualan bakso jumbo kayak gini di pasar Benculuk. Nama resto-nya keren lho… Bakso Merapi. Rasanya? uwenak tenan rek..!!!

  3. restu says:

    iyo aku yo pengen ngrasakno baksone pak yanto…..

    pak yanto aku datang..

  4. hendra widanto says:

    bakso pak yanto memang enak

    salam buat kukuh anaknya pak yanto

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word