Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Tamiflu
BANYUWANGI – Serangan virus flu babi (H1N1) diduga sudah menyerang Pulau Dewata. Sebagai lokasi yang paling dekat dengan Bali, Banyuwangi langsung siaga. Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi langsung menggerojok 10 ribu pil tamiflu ke seluruh Puskesmas. Kepala Dinkes Banyuwangi, Hariadji Soegito mengakui, pihaknya tidak boleh lengah dengan maraknya kasus flu babi ini. Sebab di daerah tetangga, yakni Bali, diduga sudah mulai muncul kasus flu tersebut. Dia menjelaskan, Dinkes memiliki stok 10 ribu pil tamiflu. Sebanyak 5 ribu tamiflu sudah didistribusikan ke seluruh Puskesmas, sedangkan sisanya masih disimpan di Dinkes Banyuwangi. 200 kardus itu nanti akan diberikan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan. ”Karena Tamiflu yang berada di RSUD sudah banyak yang kadaluarsa,” ujarnya. Hariadji menambahkan, ribuan tamiflu yang kadaluarsa itu akan dimusnahkan. Sebab, tablet kadaluarsa tersebut merupakan sisa persediaan antisipasi kasus flu burung beberapa waktu lalu. ”Karena tidak terpakai dan hanya didiamkan, tablet tersebut akhirnya kadaluarsa,” jelasnya. Selain itu, Pemkab juga sudah menyiapkan ruang isolasi khusus pasien flu babi di RSUD Blambangan. Ruangan isolasi tersebut terdapat dua bed dan peralatan medis yang memadai. Disiapkan juga petugas lapangan yang siaga 24 jam. Dinkes juga melakukan pelatihan perawat dan dokter, serta melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang ciri-ciri flu babi pada manusia. ”Dengan adanya antisipasi tersebut, diharapkan kasus flu babi tidak sampai masuk ke Banyuwangi,” ujarnya. (lla/bay)














