Diboikot Warga, Sosialisasi Tambang Emas Nyaris Ricuh
Keributan meletus sebelum acara sosialisasi tambang emas gunung Tumpang pitu di kantor Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi dimulai. Massa yang tergabung dalam koalisi masyarakat tolak tambang, menggelar aksi konvoi di lokasi acara. Mereka seluruhnya warga nelayan Desa Pancer,Pesanggaran yang tidak setuju rencana penambangan emas.Tiba di lokasi pukul 10.00 WIB, massa langsung berkumpul di depan pintu masuk, sambil berteriak tolak tambang sambil mengibarkan puluhan bendera bertuliskan “tolak tambang”.
Sejurus kemudian, massa memaksa masuk ke lokasi acara sosialisasi sambil bertariak dengan nada menghujat, “Hentikan penambangan dan hentikan penangkapan penambang liar”. Aksi tersebut mendapat perhatian khusus aparat TNI yang kebetulan berjaga di acara tersebut. Tak ingin kecolongan, Danramil Pesanggaran Lettu Zaenuri ikut turun tangan dan meminta massa agar tidak membuat keributan. Dia mengancam akan menindak tegas bagi warga yang nekat menggagalkan acara.
Ancaman itu tak menyurutkan aksi massa. Mereka nekat masuk dan bergerombol di luar tenda. Massa juga tetap mengibarkan bendera penolakan tambang. Suasana berubah memanas ketika PT. IMN secara simbolis memberikan bantuan uang kepada lima kepala desa di sekitar tambang. Sejumlah massa langsung berteriak menghujat. “Ini benar-benar pembohongan masyarakat”. Sosialisasi belum mulai, tapi warga sudah dipaksa menerima bantuan, teriak salah satu warga.
Teriakan ini memicu kemarahan warga lainnya. Mereka pun berteriak sambil menudingkan jari ke arah perwakilan Muspida yang duduk di depan. Dalam kondisi tegang, Camat Pesanggaran Yanuar Bramuda mencoba menenangkan massa. Namun gagal. Warga justru makin marah. Mereka terus berteriak menghujat. Puncak kemarahan warga diluapkan dengan meninggalkan acara sosialisasi beramai-ramai. Mereka kembali berkonvoi sambil membentangkan bendera penolakan.
“Kami diundang untuk mendengarkan sosialisasi, tapi isinya justru pemberian sumbangan”, teriak warga. Massa mengancam akan tetap menolak rencana penambangan. Alasannya, penambangan emas akan merusak lingkungan laut dan mengurangi pertumbuhan benih ikan. Mereka khawatir, limbah tambang mengurangi pendapatan nelayan.
Manejer Area PT. IMN Banyuwangi Reffaisal Achmadin menyesalkan tindakan warga itu. Dia mengatakan, pihaknya berniat baik dengan mengundang warga. Tujuannya kata dia untuk memaparkan rencana tambang emas. Temasuk memberikan bantuan sebagai komitmen menjalin kemitraan masyarakat. “Bagaimana kami menjelaskan tentang tambang, belum mulai acara, mereka sudah meninggalkan lokasi”, kritiknya.
Meski diboikot, sosialisasi dari Pemkab Banyuwangi dan PT. IMN kemarin tetap dilanjutkan. Sedikitnya 200 perwakilan warga dan tokoh masyarakat bertahan mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi kemarin adalah rangkaian upaya PT. IMN untuk memperpanjang izin ekplorasi dan pengajuan izin ekspolitasi tambang emas di Banyuwangi.














