This option will reset the home page of LareOsing.Org restoring closed widgets and categories.

Reset LareOsing.Org homepage

Empat Tahun PT. IMN Beroperasi di Gunung Tumpang Pitu

Belum Produksi, Masih Terus Eksplorasi Lahan

Sejak tahun 2007, PT. Indo Multi Niaga (IMN) Jakarta memperoleh izin eksplorasi tambang emas di areal Gunung Tumpang Pitu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Setelah empat tahun, proyek penambangan itu sudah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah. Bagaimana hasilnya?

ABDUL AZIZ, Banyuwangi

SALAH satu dasar hukum dimulainya eksplorasi penambangan emas di areal Gunung Tumpang Pitu, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188/05/KP/429.012/2007.

Surat itu ditandatangani Bupati Banyuwangi, Ratna Ani Lestari tertanggal 16 Februari 2007. Sejak saat itulah, PT. IMN, mulai melakukan aktivitasnya di areal Gunung Tumpang Pitu.

Kegiatan perekrutan karyawan sampai mengangkut alat berat pun dimulai untuk mengerjakan areal lahan dengan luas mencapai sekitar 11.621.45 hektare tersebut. Pada tahap awal, mereka masih melakukan eksplorasi lahan. Kegiatan eksplorasi itu bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kandungan emas di Gunung Tumpang Pitu.

Proses eksplorasi itu sendiri belum diketahui, kapan akab berakhir. Sebab semua itu masih mengacu kepada hasil temuan kandungan emas. Bahkan setelah hampir empat tahun mereka melakukan eksplorasi, ternyata belum diketahui batas akhir kegiatan tersebut. Sebab PT IMN masih belum bisa memastikan kandungan emas di lahan tepi pantai itu. ”Jadi sampai sekarang, tahapnya ya masih eksplorasi. Belum ada eksploitasi atau produksi emas,” kata Iwan Rudianto, Humas PT. IMN.

Karena belum melakukan proses eksploitasi atau produksi emas, maka secara logika, selama hampir empat tahun beroperasi di Gunung Tumpang Pitu, PT.IMN belum mendapatkan hasil apa pun dari sisi finansial. Dengan kata lain, selama empat tahun ini, mereka masih terus melakukan pengeluaran anggaran untuk biaya kegiatan eksplorasi tersebut. Tentunya, biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Bisa puluhan bahkan ratusan miliar lebih. Sayangnya, Iwan menolak menyebutkan secara pasti, berapa nilai anggaran yang sudah dikeluarkan PT IMN selama melakukan eksplorasi. ”Kalau bicara berapa dana yang sudah dikeluarkan PT IMN, tentu juga banyak,” ujar Iwan.

Sementara itu, meski belum diketahui pasti nilai kandungan emas di gunung tersebut, PT IMN masih terus berusaha keras untuk melakukan eksplorasi. Bahkan sampai saat ini, mereka juga terus melakukan perekrutan karyawan untuk lebih mempercepat proses eksplorasi tersebut.

Berdasarkan data PT IMN, jumlah karyawan yang saat ini bergabung dalam proses eksplorasi tersebut sudah mencapai 680 orang. Mereka terdiri 267 karyawan harian, 400 karyawan borongan, dan 13 orang lainnya adalah karyawan tetap atau ahli. ”Dari ratusan orang karyawan itu, yang paling banyak kita rekrut adalah warga Banyuwangi. Terutama mereka yang timnggal di sekitar areal penambangan,” sebutnya.

Selama ini, PT.IMN memang berusaha keras merekrut masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan sebagai wujud pertanggungjawaban sosial perusahaan terhadap masyarakat. ”Selain masalah perekrutan karyawan, kepedulian PT IMN terhadap masyarakat sekitar juga duwujudkan dalam bentuk lain,” tutur Iwan.

Perhatian dalam bentuk lain tersebut, biasanya diwujudkan dalam program Community Development (comdev). Program ini menampung berbagai usulan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Misalnya pada tahun 2008, mereka mengeluarkan dana sebesar Rp. 133.540.000 untuk program pengembangan masyarakat, sumbangan dan sponsorship.

Pada Januari hingga Juni tahun 2009 lalu, mereka juga mengeluarkan anggaran untuk kegiatan yang hampir sama dengan nilai Rp 214.105.500. Berbagai program pengembangan masyarakat tersebut, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pada akhir Juni 2009 lalu, IMN kembali menggelontor dana untuk masyarakat sekitar sebanyak Rp. 211.230.000.

Uang sebanyak itu, diwujudkan dalam 12 program pengembangan masyarakat yang diusulkan melalui desa masing-masing di Kecamatan Pesanggaran. ”Jadi mulai tahun 2008 sampai 2009, setidaknya sudah ada sekitar Rp 558.875.500, yang digelontorkan untuk masyarakat,” sebut Iwan.

Bukan hanya itu, terhitung sejak akhir 2009 sampai awal tahun 2010 ini, program usulan dari masyarakat yang disampaikan kepada PT.IMN juga terus bertambah. Kali ini, nilainya mencapai Rp 400 juta lebih. ”Jadi terhitung sejak 2008 sampai awal 2010 ini, keseluruhan sudah hampir satu miliar anggaran untuk masyarakat,” ujarnya.

Meski cukup besar nilai uang yang digelontorkan PT IMN, baik untuk kegiatan operasional eksplorasi dan program comdev, saat ini PT IMN mengaku belum tahu secara pasti berapa nilai hasil keuntungan proyek di areal gunung tersebut. Karena semua itu masih bergantung pada hasil akhir eksplorasi. ”Kalau hasilnya nanti ternyata kandungan emas cuma sedikit, ya sudah berarti itu risiko. Tapi sebagai perusahaan, tentu PT IMN berharap hasilnya adalah yang terbaik,” pungkasnya. (bay)

Sumber : Jawa Pos

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word