This option will reset the home page of LareOsing.Org restoring closed widgets and categories.

Reset LareOsing.Org homepage

KMP Bontang Berhenti Berlayar

BANYUWANGI-Armada kapal penyeberangan jurusan Ketapang-Gilimanuk kini berkurang dari 28 unit menjadi 27 unit. Ini terjadi setelah Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontang Ekpress berhenti berlayar karena masa berlaku izin operasionalnya habis.

Kapal penyeberangan yang dikelola PT. Blora Kaltim itu berhenti beroperasi sejak tanggal 27 Desember 2009. Izin operasional yang dikeluarkan oleh Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan RI untuk kapal tersebut ternyata sudah mati.

Permohonan perpanjangan izin operasional belum juga turun hingga kemarin (12/1). Lantaran tidak mengantongi izin, maka pengelola kapal milik Pemkot Bontang memilih untuk meminggirkan kapalnya.

Kapal berbodi besar itu sebenarnya belum lama beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Pengelola mendatangkan kapal tersebut sekitar bulan Agustus 2009 lalu.

Meski sudah datang pada bulan Agustus, tapi kapal itu tidak langsung beroperasi. Kapal baru beroperasi sekitar bulan September 2009 menjelang liburan Lebaran.

Di saat Lebaran tahun lalu, kapal sudah beroperasi bersama kapal-kapal lain. Menjelang angkutan tahun baru 2010, kapal itu mandeg berlayar karena faktor izin operasional belum clear.

Kepala Cabang PT. Indonesia Ferry (IF) Ketapang, Carda Damanik, membenarkan tidak beroperasinya KMP Bontang Ekspress tersebut. “Berhenti beroperasi karena izin operasionalnya sedang di-update,” ujar Carda kemarin.

Kini pengelola kapal tersebut sedang memproses perpanjangan izin di Dephub RI Jakarta. Selama proses perpanjangan izin berlangsung, kapal tidak berani beroperasi di Selat Bali.

Carda mengaku, pihaknya belum tahu persis kapan kapal itu akan beroperasi lagi. Sebab, kapal tersebut baru bisa berlayar jika perpanjangan izin operasional keluar.

Saat ini, kapal di Selat Bali sebanyak 27 unit. Dari 27 unit tersebut, yang beroperasi hanya 25 unit. Dua kapal yang lain, kini dalam proses docking rutin di Surabaya. Meski terjadi pengurangan armada, tapi tidak mengganggu kelancaran arus penyeberangan.

Kapal yang beroperasi sekarang, masih mampu melayani penumpang. “Penyeberangan berlangsung lancar dan normal,” tambah Carda. (afi/bay)

Sumber Jawa Pos

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word