This option will reset the home page of LareOsing.Org restoring closed widgets and categories.

Reset LareOsing.Org homepage

Ritual Purnama Kasidi di Kecamatan Glagah, Banyuwangi

Menjemur Keris di Bawah Sinar Rembulan

Malam bulan purnama dipercaya memiliki energi yang positif. Jangan heran kalau para penggemar benda-benda pusaka, seperti keris, meneruskan tradisi Ngisis. Keris pusaka itu dijemur secara masal di bawah sinar bulan purnama.

ALDILA AVRIKARTIKA, Banyuwangi

AROMA kemenyan menyebar ke seluruh sudut ruang penyimpanan ratusan keris dan benda pusaka. Wawangian tradisional itu semakin membuat suasana Purnama Kasidi yang diselenggarakan di Jalan Seblang, Dusun Joyosari, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, mendebarkan.

Sekitar seratus keris diletakkan di tempat terbuka. Tatanan uba rampe juga sudah disiapkan. Sekar setaman atau bunga tujuh warna serta irisan daun pandan wangi merupakan syarat utama prosesi Ngisis. Jika diartikan secara bebas, Ngisis adalah mengisi pusaka dengan energi sinar rembulan.

Buceng lulut ketan berbentuk gunungan yang dikelilingi enten-enten kelapa muda yang sudah diparut dan diaduk dengan parutan gula merah juga merupakan persyaratan wajib. Perkakas tradisi itu pun diletakkan bersandingan dengan sekar setaman tadi.

Tidak ada sinar lampu sedikit pun. Yang ada hanyalah sinar bulan purnama. Ketika prosesi sudah dipersiapkan, tepat pukul 00.00 acara pun dimulai. Keris dibuka dari warangka, Ketua Paguyuban Panji Blambangan, K.R.T. H. Ilham T. Hadinegoro, membacakan doa selamat dunia-akhirat, termasuk membaca lontar Yusuf yang diikuti oleh seluruh anggota yang hadir di acara itu.

Jika di Keraton, pembacaan doa seperti itu menggunakan kidung macapat yang bercerita tentang kepahlawanan dan sifat ksatria. Kalangan Ksatria digambarkan selalu membawa keris sebagai senjata yang memiliki kekuatan spiritual. Namun kali ini, Paguyuban Panji Blambangan ingin mengangkat kebudayaan lokal dengan menggunakan bacaan lontar Yusuf.

Usai pembacaan lontar Yusuf, seratus keris itu kembali dimasukkan dalam tempat penyimpanannya. Adapun jenis keris yang dijemur antara lain keris Singosari, Pajajaran, Majapahit, Blambangan, Madura, dan Mataram. Nama-nama keris tersebut antara lain, Nogorojo, Singobarong, Sengkelit, Pendowo Limo, Jangkung Mangkurat, Sempono, Kidang Soko, Jalak Sangu tumpeng, Tilam Upih, Tilamsari, dan lainnya. Ada juga pusaka berupa tombak, semar, dan pedang, yang memiliki bentuk wos wutah, blarak sineret bulu ayam, melati dironce, sekar lampes, kenongo ginubah, dan adek wengkon.

Usai disinari rembulan sekitar 15 menit, semua kembali dimasukkan ke wadah masing-masing. Seketika itu prosesi pun usai. Sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, seluruh pemilik pusaka langsung menggelar selamatan dan makan bersama.

Raden Ilham mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk ngurip-ngurip (melestarikan) sejarah. Dengan adanya Ngisis ini, naluri benda bersejarah bisa kembali ke kekuatan sebelumnya. Konon, setiap akan berperang, pemilik keris pasti akan melakukan ritual ini satu bulan sebelumnya. Oleh karena itu, waktu perang, keris bisa memancarkan kekuatan.

Dia mengaku, prosesi tersebut juga bertujuan untuk ngalap berkah dan memohon kepada yang Maha Kuasa supaya pusaka tersebut bisa memberikan berkah kepada pemiliknya. Sebab, Purnama Kasidi waktu Indhupati dipercaya sebagai simbol baik bagi kehidupan pusaka.

Sementara itu, seorang pecinta benda pusaka, Eko Sukartono, mengatakan bahwa ritual ini untuk mengasah keris yang dipercaya memiliki khodam yang harus dijaga. Sebab, dulu empu atau pembuat keris menggunakan kekuatan alami, sehingga sudah selayaknya benda pusaka itu dijaga dan dirawat. ”Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa melestarikan budaya tradisional. Sebab, selama ini yang mencintai benda pusaka masih kalangan tua-tua,” jelasnya.

Eko berharap, kegiatan itu bisa menjadi agenda rutin setiap bulan. Pihaknya akan menggandeng seluruh paguyuban keris di seluruh Banyuwangi. Dengan demikian, Banyuwangi bisa menjadi kota yang tidak meninggalkan sejarah.

Sumber Jawapos.

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word