Sehari, 17 Ribu Orang Masuk Bali
BANYUWANGI-Memasuki hari kedua liburan sekolah kemarin (30/6), arus penumpang penyeberangan Ketapang-Gilimanuk meningkat tajam. Kendaraan bus pariwisata mengalami peningkatan sekitar 50 persen dari hari biasa.
Jumlah bus pariwisata yang mengangkut pelajar yang akan berlibur di Bali mencapai 269 unit kemarin. Pada hari biasa, jumlah bus pariwisata yang menyeberang setiap harinya berkisar antara 110 hingga 120 unit. “Sejak liburan, ada peningkatan cukup signifikan,” ujar Manajer Operasional PT ASDP Ketapang, Saharuddin Koto.
Wisatawan asal Jawa yang berlibur ke Bali selama musim liburan, tidak kalah besarnya pada liburan tahun baru. Jika dikalikan, jumlah penumpang yang ada dalam bus (sebanyak 50 orang) dan jumlah bus yang menyeberang, maka jumlahnya mencapai 13.450 wisatawan setiap hari.
Jumlah itu baru wisatawan yang menggunakan bus. Belum yang menggunakan kendaraan pribadi dan pejalan kaki yang setiap hari juga mengalami peningkatan.
Untuk wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, kata Saharuddin, mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Pada hari-hari normal, jumlah kendaraan pribadi yang menyeberang berkisar antara 400 hingga 500 unit. Sedangkan yang terjadi kemarin, kendaraan pribadi yang telah menyeberang mencapai sekitar 900 unit.
Jika saja setiap kendaraan ditumpangi empat orang wisatawan, maka jumlahnya sudah mencapai 3.600 orang dalam setiap hari.
Penumpang pejalan kaki juga mengalami peningkatan. Hanya saja peningkatannya tidak terlalu besar seperti bus dan kendaraan pribadi, yaitu hanya berkisar antara dua hingga tiga persen. Sehingga, total penumpang yang menyeberang ke Bali mencapai angka 17 ribu orang sehari.
Saharuddin mengatakan, walau jumlah penumpang mengalami peningkatan, tapi tidak sampai terjadi antrean panjang. Sebab, kedatangan wisatawan itu tidak secara bersamaan seperti musim liburan lain; Natal dan tahun baru. Untuk kendaraan pribadi, sepanjang hari terus mengalir.
Untuk bus pariwisata, kedatangannya di pelabuhan Ketapang terjadi pada malam hari. Mereka memilih datang malam di Ketapang agar sampai di Denpasar pada pagi hari.
Lalu, kapan puncak kedatangan liburan sekolah? Pihak ASDP belum bisa memastikan. Sebab, liburan sekolah berbeda dengan liburan Idul Fitri atau tahun baru. Kalau Idul Fitri, kedatangan warga yang akan berlibur ada puncaknya. Sedangkan liburan sekolah, terjadi hampir setiap hari. “Yang di Bali pulang, wisatawan lainnya ganti masuk Bali. Terus seperti itu sepanjang musim liburan,” katanya.
Sementara itu, Kondisi perairan di Selat Bali dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih dalam keadaan kondusif bagi lalu-lintas penyeberangan. Ketinggian ombak diprediksi akan berada di kisaran 0,5 hingga 1,5 meter. Situasi itu diprediksi akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Meski mencatat adanya kenaikan kecepatan angin sebesar 5 km per jam. BMKG masih menganggap peningkatan itu dalam status wajar. Kecepatan angin tercatat pada kisaran 5 hingga 30 km per jam dengan arah mata angin dari timur hingga tenggara.
Kepala BMKG Banyuwangi, Arif Triono mengatakan, secara umum kondisi cuaca masih dalam status kondusif. Ketinggian air laut belum terlalu mengkhawatirkan untuk aktivitas di atas perairan. Pelayaran masih aman untuk angkutan liburan dari Bali ke Jawa atau sebaliknya,” katanya.
Arif menambahkan, memasuki bulan Juli secara umum Banyuwangi telah masuk dalam kategori musim kemarau. Namun demikian, BMKG memperkirakan dalam beberapa hari ke depan, cuaca cerah disertai awan masih berpeluang terjadi. Dalam beberapa kasus, hujan masih berpotensi mengguyur beberapa tempat.
Hanya saja, intensitas hujan yang turun masih ringan dan bersifat lokal. Bahkan fenomena alam tersebut, akan berpeluang terjadi pada malam hari. “Jadi meski musim kemarau, hujan masih akan turun walau hanya sebentar dan tidak lebat,” ujarnya. (afi/nic/bay)
Sumber Jawa Pos














